5/31/09

Malaria Berat

Who mendefinisikan Malaria Berat sebagai ditemukannya Plasmodium falciparum bentuk aseksual dengan satu atau beberapa komplikasi dibawah ini :

  1. Malaria serebral : koma tidak dapat dibangunkan/lama penurunan kesadaran lebih dari 30 menit atau setelah serangan kejang dan tidak disebabkan oleh penyakit lain.
  2. Anemia berat (Hb < 5 gr% atau hematokrit < 15 gr%)pada hitung parasit > 10.000/uL ; bilamana anemianya hipokromik dan / atau mikrositik dengan mengesampingkan adanya anemia defisiensi besi, talasemia/hemoglobinopati lainnya.
  3. Gagal ginjal akut (urin < 400ml/24 jam pada orang dewasa atau <12 mL/kbBB pada anak-anak setelah dilakukan rehidrasi, disertai kreatinin > 3 mg%).
  4. Edema paru / ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome).
  5. Hipoglikemia : gula darah < 40 mg%. 6. Gagal sirkulasi atau syok : tekanan sistolik < 70 mmHg (anak 1-5 tahun tekanan sistolik < 50 mmHg); disertai keringat dingin atau perbedaan temperatur kulit mukosa > 1 drjt C.
  6. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, alat pencernaan dan atau disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravaskuler.
  7. Kejang berulang > 2 kali per 24 jam setelah pendinginan para hipertermia.
  8. Asidemia (pH > 7,25) atau asidosis (plasma bicarbonat < 15 mmol/L).
  9. Makroskopik hemoglobinuri oleh karena infeksi malaria akut (bukan karena obat anti malaria pada seorang dengan defisiensi G6PD).
  10. Diagnosis post-mortem dengan ditemukannya parasit yang padat pada pembuluh kapiler jaringan otak.
sumber : Hadi U. 2008. Current Treatment Guideline of Malaria dalam Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas Kedokteran Airlangga.

regards, taniafdi ^_^

No comments:

5/31/09

Malaria Berat

Who mendefinisikan Malaria Berat sebagai ditemukannya Plasmodium falciparum bentuk aseksual dengan satu atau beberapa komplikasi dibawah ini :

  1. Malaria serebral : koma tidak dapat dibangunkan/lama penurunan kesadaran lebih dari 30 menit atau setelah serangan kejang dan tidak disebabkan oleh penyakit lain.
  2. Anemia berat (Hb < 5 gr% atau hematokrit < 15 gr%)pada hitung parasit > 10.000/uL ; bilamana anemianya hipokromik dan / atau mikrositik dengan mengesampingkan adanya anemia defisiensi besi, talasemia/hemoglobinopati lainnya.
  3. Gagal ginjal akut (urin < 400ml/24 jam pada orang dewasa atau <12 mL/kbBB pada anak-anak setelah dilakukan rehidrasi, disertai kreatinin > 3 mg%).
  4. Edema paru / ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome).
  5. Hipoglikemia : gula darah < 40 mg%. 6. Gagal sirkulasi atau syok : tekanan sistolik < 70 mmHg (anak 1-5 tahun tekanan sistolik < 50 mmHg); disertai keringat dingin atau perbedaan temperatur kulit mukosa > 1 drjt C.
  6. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, alat pencernaan dan atau disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravaskuler.
  7. Kejang berulang > 2 kali per 24 jam setelah pendinginan para hipertermia.
  8. Asidemia (pH > 7,25) atau asidosis (plasma bicarbonat < 15 mmol/L).
  9. Makroskopik hemoglobinuri oleh karena infeksi malaria akut (bukan karena obat anti malaria pada seorang dengan defisiensi G6PD).
  10. Diagnosis post-mortem dengan ditemukannya parasit yang padat pada pembuluh kapiler jaringan otak.
sumber : Hadi U. 2008. Current Treatment Guideline of Malaria dalam Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas Kedokteran Airlangga.

regards, taniafdi ^_^

No comments: